Selasa, 27 Jul 2021
  • Selamat datang di website SMA Karang Arum, media informasi resmi dan pembelajaran online. Di masa pandemi, laksanakan 3 M : Memakai Masker, Mencuci tangan, dan Menjaga Jarak

Papatah Sunda dalam Lingkup Kehidupan

Papatah Sunda dalam Lingkup Kehidupan

Sahabat SMA Karang Arum… sebagai warga Jawa Barat tentu kita merasa bangga, sebab orang Sunda dianugrahi nilai-nilai dalam kehidupan sehari-hari yang tertanam dalam suatu kehidupan. Nilai-nilai tersebut harus kita pupuk dan pegang, agar kelak kita menjadi manusia yang berbudi dan berbudaya. Berikut pepatan Sunda yang perlu kita tanamkan dalam diri kita:

“Ngeduk Cikur kedah mitutur, nyokel jahe kedah micarek, ngagegel kudu bewara”
Di dalam setiap pekerjaan perlu kita menghormati hak orang lain serta aturan sopan santun yang berlaku. Jika akan mengambil sesuatu harus izin terlebih dahulu kepada yang punya.

“Sacangred pageh, sagolek pangkek”
Harus bisa menepati janji dan konsisten, tidak melanggar kesepakatan, jangan menarik kembali apa yang telah diucapkan atau dijanjiakan sebelumnya

“Ulah Lunca Linci, luncat udar tina tali gadang”
Jangan ingkar atau membohongi janji, kita harus memiliki pendirian yang teguh

“Nyaur kudu diukur, Nyabda kudu diunggang”
Jika bicara jangan sembarangan, segala perkataan harus dipertimbangkan terlebih dahulu sebelum diucapkan, berbicara harus tepat, jelas, dan bermakna. Senantiasa mengendalikan diri dalam berkata-kata.

“Kudu hade gogog hade tagog, hade omong bari hade lampah”
Harus baik budi bahasa dan tingkah laku, Serta harus konsisten dengan perkataan dan perilaku.

“Kudu silih asih, silih asah, jeung silih asuh”
Harus saling menyayangi, memberi nasihat, mengayomi dan senantiasa hidup rukun.

“Bengkung ngariung, bongkok ngaroyok”
Bersama-sama dalam suka maupun duka. Kompak dalam hal positif, bersama dalam menghadapi kesulitan dan segala permasalahan harus diselesaikan secara bersama.

“Bobot pangayun timbang taraju”
“Semua yang dilakukan harus penuh pertimbangan”

“Lain palid ku cikiih, lain datang ku cilencang”
Bukan hadir karena tanpa tujuan. Biasanya dikatakan bahwa sesorang itu bukanlah manusia sembarangan. Dia datang membawa maksud tertentu. Waspadalah

“Taraje nangeuh dulang tinande”
Suatu pernyataan kesetiaan dan siap dalam melaksanakan kewajiban atau perintah. Biasanya seorang istri kepada suaminya.

Ulah pagiri-giri calik, pagirang-girang tampian
Jangan berebut kekuasaan dan sirik. Tidak baik berlomba dalam segala perkara atau hal untuk saling memanas-manasi antara sesama

“Ulah kumeok memeh dipacok”
Jangan kalah sebelum bertanding. Jangan malas sebelum mencoba. Seorang ksatria jangan mundur sebelum dia berupaya keras. Semangat, menggapai cita-cita setinggi langit

“Mun teu ngoprek moal nyapek, mun teu ngakal moal ngakeul, mun teun ngarah moal ngarih”
Bila kita tidak mau berpikir berihtiar atau berusaha, maka kita tidak ada yang bisa kita dapatkan (makan, pakai, atau didiami). Segalanya harus dicari dengan menggunakan segala daya yang ada pada kita sehingga bermanfaat untuk kehidupan kelak

admin

Tulisan Lainnya

Guru 1
Oleh : admin

Guru 1

0 Komentar

KELUAR